Rabu, Mei 27, 2009

Tips Awet Baterai Laptop PDF Print E-mail

LaptopJika anda banyak menghabiskan banyak waktu di depan laptop anda, mungkin anda dihadapkan pada masalah yang menghantui sebagian besar pengguna laptop, yaitu umur baterai yang pendek. Bahkan laptop kesayangan anda seringkali harus mati pada saat yang paling buruk.

Berikut adalah beberapa cara untuk memperpanjang umur baterai:

  1. Optimisasi Power Settings
    Tampilan pada layar dan hard disk adalah dua sumber konsumsi baterai terbesar. Kebanyakan laptop datang dengan skema penggunaan energi yang dapat memperpanjang baterai laptop anda. Pastikan anda memilih "Max Power" untuk menghemat sebanyak mungkin tenaga.
  2. Redupkan Layar Anda
    Semakin terang layar anda, semakin banyak tenaga yang dibutuhkan. Jika anda tidak dapat bekerja dengan yang redup, setidaknya buatlah ia secara otomatis menjadi lebih redup saat tidak digunakan.
  3. Singkirkan Peralatan Eksternal
    Singkirkan atau matikan USB saat tidak digunakan.
  4. Jangan gunakan WiFi atau Bluetooth
    Seperti peralatan eksternal, WiFi dan Bluetooth mengkonsumsi banyak tenaga. Matikan saat tidak digunakan, maka kerja laptop anda akan menjadi lebih ringan.
  5. Jangan menggunakan CD/DVD drive
    Hard drive mengkonsumsi banyak energi, tapi CD/DVD drive mengkonsumsi lebih banyak lagi. Cobalah untuk menyimpan informasi pada hard drive dan gunakan dari sana.
  6. Hibernate, jangan Standby
    Standby mengurangi penggunaan energi, namun tidak sebanyak hibernation yang membuat pemakaian energi menjadi nol saat tidak aktif.
  7. Jangan melakukan Multitasking
    Cobalah untuk mengerjakan satu hal setiap waktu saat anda mengandalkan baterai. Semakin banyak aplikasi yang jalankan, semakin besar beban yang ditanggung laptop anda.
  8. Tutup program yang tidak diperlukan
    Semakin banyak program yang sedang berjalan, semakin berat laptop anda bekerja. Tutuplah program - program yang tidak dibutuhkan (printer manager, Itunes, desktop search, dll).
  9. Matikan Scheduled Task
    Jika anda menggunakan scheduled task untuk menjalankan program, aturlah sedemikian sehingga tugas tersebut tidak berjalan saat baterai laptop anda sedang rendah.
  10. Jangan bermain game
    Jika anda tidak memiliki pekerjaan untuk dilakukan, hindarilah bermain game atau menonton DVD. Aktivitas ini menggunakan lebih banyak tenaga dibandingkan membuka email atau menggunakan word processor.
  11. Kondisikan Baterai Anda
    Baterai baru tidak diisi saat pertama kali anda terima dan membutuhkan proses conditioning untuk dapat mencapai kapasitas puncak. Conditioning biasanya mencakup pengisian penuh dan pengosongan baterai sampai tiga atau lima kali.
  12. Latihlah Baterai anda -
    Anda tidak boleh meninggalkan baterai yang sedang diisi; menganggur untuk waktu yang lama. Cobalah menggunakan baterai anda sekali dalam sebulan agar baterai anda tidak kehilangan kapasitasnya.
  13. Bersihkan kontak metal baterai
    Pemindahan tenaga yang efisien juga dapat memperpanjang umur baterai anda. Cobalah membersihkan kontak metal setiap beberapa bulan dengan kain halus dan sedikit alkohol.
  14. Tetap Sejuk
    Sama seperti peralatan elektronik lainnya, laptop anda beroperasi dengan lebih efisien jika ia dijaga agar tetap sejuk.
  15. Hindarilah suhu ekstrim
    Jangan biarkan baterai laptop terbuka pada temperatur ekstrim atau cahaya matahari langsung.
  16. Defrag secara regular
    Defragmenting hard drive dapat mengatur ulang file yang ada, sehingga mereka dapat digunakan secara lebih efisien. Semakin efisien kerja hard drive anda, semakin kecil beban yang diterima oleh baterai.
  17. Tambahkan memori
    Anda dapat memperkecil ketergantungan memori virtual dan mengurangi konsumsi energi dengan menambahkan memori pada laptop anda.
  18. Tambahkan Baterai kedua
    Jika anda ingin memaksimalkan produktivitas dari mobilitas laptop anda, sebaiknya anda memiliki baterai cadangan ditangan anda.

Sumber: http://buletin.melsa.net.id

Minggu, Mei 24, 2009

ACARA PERPISAHAN SISWA / SISWI KELAS III SMKN 2 KURIPAN

Kali ini, OSIS akan punya hajat besar (lagi). Yap “PERPISAHAN KELAS III”. Meskipun masih ada waktu 3 minggu lagi, tapi ini dirasa cukup singkat. Hem benar...Perpisahannya kemungkinan besar akan diadakan hari Sabtu, tanggal 6 Juni 2009 dengan Ketua Pelaksananya Sdr. Sunardi, Selaku Ketua OSIS (I Oto 1), di dampingi oleh Sdr. M. Faizal Rihady, Wakil dari Kelas III (III TKJ 2).

Tadi siang, Tim Acaranya sudah berembug mengenai acara-acara yang akan diadakan di perpisahan nanti. Memang belum banyak yang disepakati dari rapat kecil tersebut. Tadi sudah banyak ide-ide kreatif yang muncul dari sana. Mungkin patut dinanti kejutan-kejutan apa yang akan dibuat oleh tim acara pada perpisahan nanti.

Atau mungkin ada yang ingin memberikan sumbangsih pikiran untuk membantu tim acara merumuskan acara agak menarik. Silahkan, semuanya ditampung di sini. baik ide, kritik, saran langsung komen di bawah ini saja…

Wassalam,

Team Pembina OSIS

"Om_Ry@n"

Senin, Mei 18, 2009

OSIS

OSIS ( Organisasi Siswa Intra Sekolah ) merupakan satu-satunya organisasi kesiswaan yang berada di lingkungan sekolah. Tujuan didirikannya OSIS adalah untuk melatih siswa dalam berorganisasi dengan baik dan menjalankan kegiatan sekolah yang berhubungan dengan siswa. Kegiatan yang dilaksanakan oleh OSIS dapat dibagi atas 2 macam kegiatan, yaitu kegiatan rutin dan kegiatan insidentil. Contoh kegiatan rutin adalah melaksanakan peringatan Hari Besar Agama, peringatan Hari Nasional, Latihan Kepemimpinan, Peringatan hari Jadi Sekolah, dan Masa Orientasi Siswa baru. Sedangkan contoh kegiatan insidentil yang pernah dilaksanakan adalah kegiatan Apresiasi Sastra yang dilaksanakan pada tahun 2005 dengan mendatangkan sastrawan terkemuka Indonesia yaitu Taufiq Ismail, Reuni Akbar bertepatan dengan Hari Jadi Sekolah yang ke-40 yang dilaksanakan oleh OSIS bersama alumni. Susunan pengurus OSIS terdiri atas Pengurus Inti dan 8 Seksi. Kepengurusan OSIS ini selalu diganti setiap tahun karena siswa kelas XII diharapkan tidak disibukkan dengan kegiatan ini karena mereka harus lebih konsentrasi untuk persiapan ujian akhir. Sebagai institusi pendidikan yang mengutamakan kualitas lulusannya, SMAN 1 Tarakan memberi kesempatan bagi pengurus OSIS untuk mengembangkan kemampuan dan kreatifitasnya dalam menjalankan kegiatannya, karena dari organisasi di tingkat sekolah ini kelak akan lahir calon-calon pemimpin bangsa di masa depan.

Minggu, Mei 17, 2009

PERETASAN INTERNET POPULER DI KALANGAN REMAJA

Los Angeles (ANTARA News) - Dua-pertiga remaja yang ditanyai dalam jajak pendapat baru-baru ini mengakui mereka telah berusaha meretas (to hack) pesan seketika milik seorang teman atau catatan jaringan sosial, demikian keterangan satu perusahaan keamanan Internet, Rabu.

Sebanyak 67 persen remaja yang ditanyai mengatakan mereka telah berusaha memasuki Instant Messaging (IM) atau catatan jaringan kerja sosial teman mereka, demikian survei yang dilakukan oleh Panda Security, yang berpusat di Glendale, Los Angeles, Amerika.

Survei atas 4.000 remaja tersebut yang berusia antara 15 dan 18 tahun mendapati 17 persen remaja pengguna komputer mengaku mereka memiliki pengetahuan teknis canggih dan dapat menemukan alat peretas di Internet.

Di antara mereka, sebanyak 30 persen mengaku telah menggunakan peralatan peretas itu setidaknya satu kali-- kebanyakan karena ingin tahu, kata jajak pendapat tersebut.

Selain itu, 20 persen remaja yang ditanyai mengatakan mereka telah mengirim foto teman yang telah disetujui ke Internet atau menerbitkannya di Web tanpa izin.

"Pengetahuan canggih yang diperoleh banyak remaja melalui alat bebas dan isi yang tersedia di Web seringkali dapat membuat mereka melakukan kegiatan tidak sah online," kata Luis Corrons, Direktur Teknis PandaLabs, pusat layanan dukungan teknis Panda Security.

"Kami telah mendapati banyak kasus remaja menggunakan Trojans guna memata-matai teman mereka, meretas server sekolah untuk melihat kertas ujian atau bahkan mencuri identitas teman atau rekan di jaringan masyarakat," katanya.

Survei tersebut juga mendapati bahwa lebih separuh remaja dalam studi itu mengatakan mereka menggunakan Internet setiap hari, dan rata-rata menghabiskan waktu 18,5 jam pelajaran untuk kegiatan online per pekan.

Hanya sepertiga waktu itu dimanfaatkan untuk belajar, kata para remaja tersebut, sementara sisanya dihabiskan untuk chatting, mendengarkan musik dan kegiatan waktu luang lain.

4 (EMPAT) LANGKAH PRAKTIS UNTUK MERAIH IMPIAN ANDA

Teknik pikiran “Repetitive Writing” atau “Penulisan Berulang”. Teknik pikiran ini sejujurnya mudah untuk membuat Anda bosan melakukannya, namun keuntungannya jauh lebih penting daripada investasi waktu Anda selama 10 menit untuk melakukannya setiap hari. Menuliskan harapan kita berulang-ulang akan mempengaruhi secara mendalam pikiran bawah sadar kita. Teknik ini berguna untuk menanamkan afirmasi dan membuat kondisi ideal.
Bila kita membahas tentang Teknik Penulisan Berulang maka dalam pikiran kita akan terbayang seorang guru Sekolah Dasar yang memerintahkan muridnya untuk menulis 100 kali “Saya tidak akan berbicara lagi di dalam kelas” untuk mendisiplinkan muridnya. Apa yang dilakukan oleh guru tersebut hampir benar.
Mengapa dikatakan HAMPIR benar? Guru tersebut sekilas tampak seperti sedang menanamkan afirmasi pada muridnya, namun seperti kekeliruan yang dilakukan banyak orang dalam menuliskan afirmasi: penyusunan kalimat yang tidak tepat. Ia berfokus pada hal yang negatif.
Seperti yang sudah kita ketahui, pikiran bawah sadar bekerja berdasarkan gambar dan tidak dapat memproses kata negatif seperti ‘jangan’, ‘tidak’ atau ‘tidak dapat’. Ketika murid tersebut menuliskan, “Saya tidak akan berbicara lagi di dalam kelas,” maka pikiran bawah sadarnya membawa gambar tentang dirinya dan berbicara lagi di dalam kelas, dan dia justru mulai menanamkan dengan kuat tingkah laku yang sedang diusahakan untuk diubah.
Maksud baik Sang Guru ternyata justru menekankan pada tingkah laku yang ingin diubah. Tebaklah apa yang terjadi pada hari berikutnya! Kelas justru akan semakin ribut.
Lalu bagaimana cara guru mendisiplinkan muridnya? Menulis berulang “Saya bersikap tenang di dalam kelas” pasti akan menghasilkan suasana kelas yang jauh berbeda.
Maka marilah kita gunakan informasi ini untuk penerapan yang praktis!
4 Langkah Sangat Praktis untuk Membuat Penulisan Berulang Anda yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:

Langkah 1: Pilihlah maksimal 3 sikap yang ingin Anda ubah. Idealnya, Anda memilih dan fokus pada satu saja tingkah laku sampai Anda lihat efek dari afirmasi Anda menjadi kenyataan, Anda dapat memulai dengan tujuan yang baru. Jika anda ingin mempercepat proses, ambillah tujuan yang sama dengan teknik pikiran Menanamkan Afirmasi yang Anda lakukan.

Langkah 2: Yakinlah bahwa Anda telah menyusun kalimat dengan benar. Ini adalah langkah sama yang Anda harus gunakan ketika Anda ingin menciptakan afirmasi Anda. Ingat! Kalimat Anda harus bersifat perseorangan atau pribadi, harus kalimat positif dan harus kalimat kondisi saat ini.

Langkah 3: Belilah sebuah buku tulis! Menggunakan buku tulis untuk menuliskan kalimat afirmasi Anda jauh lebih efektif daripada menggunakan lembaran kertas biasa. Letakkan buku ini di suatu tempat yang mudah Anda lihat atau jangkau! Ini mempermudah Anda untuk mengingatkan bahwa Anda harus menuliskan kalimat afirmasi setiap pagi dan malam.

Langkah 4: Tulislah tanggal pada bagian atas halaman dan tuliskan kalimat afirmasi Anda berulang-ulang pada setiap baris sampai penuh satu halaman. Rata-rata buku tulis memiliki baris antara 25 - 30 baris. Jumlah baris tersebut sangat cukup. Menuliskan harapan Anda berulang-ulang akan sangat jauh mempengaruhi pikiran bawah sadar Anda.

Lakukan 4 langkah ini setiap pagi saat bangun dan setiap malam sebelum tidur. Sekali pikiran bawah sadar Anda menyerap sepenuhnya pernyataan afirmasi yang ingin Anda tanamkan dan memberikan kepada Anda alat untuk membuat segala sesuatunya menjadi nyata, akankah Anda mulai melakukan teknik ini untuk hasrat Anda selanjutnya?

Sumber: okkysulistijo.com (NS)

MENUJU PENDIDIKAN UNTUK SEMUA & SEMUA UNTUK PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Undang Undang Dasar 1945 menjamin hak setiap warga negara Indonesia untuk mendapatkan pengajaran. Perumusan yang demikian ini tampaknya menjadi keyakinan para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) (the founding fathers) bahwa melalui pendidikanlah bangsa Indonesia akan dapat menjadi bangsa yang cerdas. Bangsa yang cerdas diyakini akan menghasilkan bangsa yang mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menandatangani deklarasi “Education for All”. Berkaitan dengan deklarasi ini dan sekaligus juga sebagai wujud keseriusan Indonesia mensukseskannya, maka Indonesia telah mencanangkan Wajib Belajar 6 Tahun pada tahun 1984 dan 10 berikutnya, yaitu pada tahun 1994, Indonesia mencanangkan Wajib Belajar 9 Tahun. Melalui Wajib Belajar 6 Tahun diharapkan anak-anak usia Sekolah Dasar (7-12 tahun) dapat menikmati layanan pendidikan Sekolah Dasar (SD). Artinya, anak-anak usia SD dapat menyelesaikan pendidikan SD. Demikian juga halnya melalui pencanangan Wajib Belajar 9 Tahun diharapkan anak-anak usia SMP (13-15 tahun) dapat menyelesaikan pendidikan SMP.

Berbagai program yang diarahkan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan Wajib Belajar 6 Tahun dan 9 Tahun telah dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Berkaitan dengan hal ini, satu hal yang menjadi keprihatinan di berbagai negara adalah mengenai anak-anak yang karena satu dan lain hal terpaksa tidak dapat menyelesaikan pendidikan SD sehingga mereka ini menjadi warga negara yang buta aksara. Demikian juga dengan anak-anak yang terpaksa tidak dapat menyelesaikan pendidikan SMP, maka mereka akan cenderung masuk ke dalam kelompok tenaga kerja kasar.

Hakekat dari “Pendidikan untuk Semua dan Semua untuk Pendidikan” adalah mengupayakan agar setiap warga negara dapat memenuhi haknya, yaitu setidak-tidaknya untuk mendapatkan layanan pendidikan dasar (Wajib Belajar 9 Tahun). Untuk dapat mewujudkan “Pendidikan untuk Semua dan Semua untuk Pendidikan”, semua komponen bangsa, baik pemerintah, swasta, lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan, maupun warga negara secara individual, secara bersama-sama atau sendiri-sendiri, berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan “Pendidikan untuk Semua dan Semua untuk Pendidikan” sesuai dengan potensi dan kapasitas masing-masing.

Sebagai unit organisasi sosial terkecil, orang tua dari setiap keluarga tergugah dan terpanggil untuk setidak-tidaknya membimbing dan membelajarkan anak-anaknya, baik melalui pendidikan formal persekolahan, lembaga pendidikan non-formal, maupun melalui lembaga pendidikan informal. Mengirimkan anak untuk belajar melalui lembaga pendidikan sekolah sudah jelas yaitu mulai dari taman Kanak-kanak (TK) sampai dengan pendidikan tinggi.

Apabila karena satu dan lain hal, seorang anak tidak memungkinkan untuk mengikuti pendidikan persekolahan, maka orang tua dapat mengirimkan anaknya untuk mengikuti kegiatan pembelajaran pada pendidikan non-formal, seperti Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Seandainya seorang anak tidak memungkinkan juga mengikuti pendidikan melalui pendidikan formal dan non-formal, maka masih ada model pendidikan alternatif yang dapat ditempuh, yaitu “Sekolah di Rumah” (Home Schooling). Dalam kaitan ini, orang tua dapat mengidentifikasi lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan atau unit-unit pendidikan prakarsa anggota masyarakat yang menyelengggarakan “Sekolah di Rumah” dan kemudian mengirimkan anaknya untuk mengikuti pendidikan di lembaga atau unit pendidikan tersebut. Atau, orang tua sendiri dengan latar belakang pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki, dapat membimbing dan membelajarkan anak-anaknya sehingga pada akhirnya sang anak dapat mengikuti ujian persamaan (Upers), baik pada satuan pendidikan SD, SMP atau SMA.

Pada satuan lembaga, baik yang sepenuhnya bernafaskan pendidikan maupun yang tidak, hendaknya memiliki komitmen yang sama yaitu untuk membelajarkan anak-anak dari orang tua yang bekerja pada masing-masing lembaga. Bentuk komitmen dari lembaga tidak harus dalam bentuk penyelenggaraan pendidikan tetapi dapat saja dalam bentuk beasiswa. Bagi lembaga industri atau perusahaan, bentuk komitmennya dapat saja dalam bentuk pemberian beasiswa atau berfungsi sebagai orang tua asuh setidak-tidaknya bagi anak-anak yang orang tuanya bekerja di industri atau perusahaan.

Apabila semua komponen bangsa bergerak serempak bagaikan sebuah orkestra, masing-masing komponen bangsa memberikan yang terbaik yang ada padanya demi pencerdasan kehidupan bangsa, maka tidak akan diragukan lagi bahwa orkestra akan menghasilkan/ memberikan lagu yang terbaik (the best). Analoginya di bidang pendidikan, bahwa melalui gerakan masyarakat, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri menerapkan “Pendidikan untuk Semua dan Semua untuk Pendidikan”, maka penuntasan wajib belajar 6 tahun dan 9 tahun akan dapat lebih cepat tercapai.

Seiring dengan rencana alokasi anggaran untuk sektor pendidikan pada APBN Tahun 2009 sebesar 20%, tentunya diharapkan akan dapat lebih mempercepat penuntasan Wajib Belajar 6 dan 9 Tahun serta terbuka kemungkinan untuk mempersiapkan pencanangan Wajib Belajar 12 Tahun. Dengan menjadikan pendidikan sebagai gerakan masyarakat dan ditunjang oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta komitmen untuk mewujudkan “Pendidikan untuk Semua dan Semua untuk Pendidikan”, maka dalam beberapa tahun ke depan diharapkan hasil atau dampaknya dalam bentuk keunggulan kompetetif akan dirasakan secara nasional dan juga diapresiasi secara regional/internasional.

Oleh: Sudirman Siahaan

SERATUS TAHUN KARYA JENIUS EINSTEIN

Di abad teknologi sekarang ini, tentunya amat sulit dibayangkan, bagaimana jika tidak ada teori relativitas umum dari Einstein. Tidak ada yang dapat membayangkan skenarionya, karena segala kemungkinan terbuka.

Skenario paling mengerikan, mungkin saja perang dunia kedua tidak dimenangkan sekutu tapi oleh NAZI Jerman. Karena pembuatan bom atom pertama tidak dilakukan di Amerika Serikat, melainkan di Jerman, karena Einstein ketika itu adalah warga Jerman. Mungkin tidak ada misi ke bulan atau ke planet lainnya di tata surya. Atau juga tidak akan ditemukan radio, televisi, komputer dan internet, jika manusia tetap berpatokan pada hukum fisika klasik.

Tepat 100 tahun yang lalu, Albert Einstein yang ketika itu baru berusia 26 tahun, berturut-turut mempublikasikan lima karya ilmiahnya yang mengubah dunia. Mula-mula karya Einstein muda, yang ketika itu bekerja sebagai pegawai jawatan paten di Bern, Swiss dipandang dengan sebelah mata. Ceramah ilmiah pertamanya, menyangkut teori yang merupakan cikal bakal teori relativitas umum, hanya dihadiri oleh tiga orang sahabatnya dari jawatan paten di Bern. Akan tetapi, lima karya ilmiah Einstein yang dipubilkasikan berturut-turut pada tahun 1905, ternyata mampu membuat tiga kali terobosan besar dalam ilmu fisika.

Atom, cahaya dan ruang-waktu

Tiga teori fisika, mengenai atom, cahaya serta sifat ruang-waktu, secara radikal berubah setelah Einsten mempublikasikan karya ilmiahnya. Pada tahun 1905, para ahli ilmu pengetahuan masih terus bersengketa mengenai sifat-sifat atom. Bahkan ada ilmuwan yang meragukan, bahwa atom itu eksis. Pada awal abad ke 20, para ilmuwan juga sedang memperdebatkan hasil penelitian ahli botani Skotlandia, Robert Brown pada tahun 1827, mengenai gerakan dari partikel yang mengambang, yang diamatinya melalui mikroskop. Einstein menulis teori, bahwa gerakan partikel yang diamati Brown, adalah sifat dari atom-atom yang tidak kelihatan, yang bergerak akibat perubahan temperatur. Untuk mudahnya, teori ini disebut teori kinetika-molekuler.

Teori Einstein mengenai sifat atom dan kinetika-molekuler, dapat dibuktikan pada tahun 1908 oleh Jean-Baptiste Perrin ilmuwan terkemuka dari Universitas Sorbonne di Paris. Dengan begitu, tidak ada keraguan lagi mengenai eksistensi atom serta molekul. Untuk karyanya menjelaskan gerakan Brown saja, Einstein sudah memantapkan satu posisi dalam seharah ilmu fisika, demikian kata ilmuwan Roger Penrose dari Universitas Oxford. Akan tetapi, satu karya yang amat bersejarah, yang mengukuhkan keberadaan atom, ternyata tidak cukup untuk membuahkan hadiah Nobel baginya.

Teorinya mengenai dimensi molekuler, yang merupakan penghitungan besar dan jumlah molekul di dalam benda cair, berdasarkan sifat, kekentalannya serta kecepatan diffusinya. Dengan menggunakan teori hidrodinamik klasik serta teori diffusi, Einstein menunjukan bahwa dengan pengukuran kekentalan cairan, yang merupakan friksi antar molekul di dalam cairan, dapat dihitung volume keseluruhan dari molekul yang diuraikan. Dengan begitu, dapat dihitung konstanta Avogadro maupun besar dari molekulnya. Teorinya mengenai dimensi molekuler, ditulis dalam makalah ilmiah setebal 18 halaman, yang berisi sekitar 40 rumus matematika, kimia dan fisika.

Teori relativitas khusus

Karya besar ketiga, yang dilansir Einstein pada tahun 1905 adalah apa yang disebut teori elektrodinamika benda yang bergerak, yang kemudian dijuluki sebagai teori relativitas khusus. Karya ilmiahnya, terutama hendak menjawab pertanyaan, apakah prinsip relativitas dalam mekanika, yang dicetuskan Galileo Galilei dapat diberlakukan secara umum pada seluruh hukum fisika? Untuk menjawab pertanyaan ini, Einstein memanfaatkan teori elektro-dinamika dari Maxwell, untuk menemukan batasan dari mekanika Newton. Dengan itu Einstein membenturkan kedua teori, yakni mekanika klasik dengan teori elektro-magnetisme.

Dengan itu, Einstein hendak menunjukan, bahwa kerangka fisika dan mekanika klasik yang berbasis ruang dan waktu absolut, yang secara matematik dituliskan sebagai transformasi Galilei, tidak berlaku dalam kecepatan amat tinggi. Dengan itu, Einstein juga sekaligus membantah teori dari Heinrich Hertz mengenai medium yang disebut ether pembawa cahaya, dimana gaya listrik dan gaya magnet tidak dapat melampaui batasan ruang. Dengan teori relativitas khusus, Einstein menunjukan teori ini tidak lagi berlaku. Sebab dengan teori barunya, Einstein menunjukan tidak ada waktu absolut, akan tetapi hanya ada ruang- waktu yang tergantung dari relasi-sistem.

Dengan kata lain, dalam ruang-waktu yang memuai secara cepat, pengukur waktu yang bedetik cepat-pun akan berjalan lebih lambat. Effek yang diramalkan Einstein dalam teori elektro-dinamika benda bergerak itu, kemudian terbukti dalam percobaan di laboratorium menggunakan jam atom, serta dalam pengamatan waktu paruh dari partikel yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Teori relativitas umum

Sebagai lanjutan dari teori ini, pada tahun 1915 Einstein mempublikasikan karya yang keempat, yakni kaitan antara materi dan energi. Dalam teorinya yang amat terkenal, Einstein memformulasikan, bahwa massa sebuah benda merupakan ukuran dari energi yang dikandungnya.

Dalam karya ilmiah yang hanya terdiri dari tiga halaman cetak, Einstein menyimpulkan konsekuensi paling penting dari seluruh teori relativitas. Apa yang disebut teori relativitas umum Einstein, dirumuskannya dalam formulasi, energi dari sebuah benda adalah beratnya dikalikan kecepatan cahaya pangkat dua atau disederhanakan menjadi E samadengan M dikalikan C kuadrat. Dimana E adalah simbol untuk energi, M untuk massa dan C untuk kecepatan cahaya. Teori reletivitas umum Einstein dapat dibuktikan 15 tahun kemudian, yakni tahun 1930 dengan ditemukannya energi ikatan antara Proton dan Neutron di dalam inti atom.

Berlandaskan teori relativitas umum Einstein, juga dapat direkayasa fusi inti atom, yang melahirkan energi atom sekaligus bom atom yang amat mengerikan. Sejauh itu, ternyata keempat karya paling hebat yang mengubah ilmu fisika secara mendasar itu, tidak dihargai secara layak oleh komite Nobel. Barulah karya kelima Einstein, mengenai penciptaan dan perubahan sifat cahaya, yang merupakan landasan teori fisika quantum, dihadiahi Nobel untuk fisika pada tahun 1921. Dengan teorinya ini, Einstein memberikan jawaban atas pertanyaan, apakah energi cahaya atau medan elektro-magnet betul-betul terbagi secara merata di alam semesta. Teori fisika quantum dari Einstein membuka landasan penting berikutnya, dalam penelitian alam semesta dan astro-fisika. Dengan berbagai landasan terpenting ilmu fisika sepanjang abad, memang tidak berlebihan, jika tahun 2005 ini di Jerman dicanangkan sebagai tahun Einstein.

Sumber : Deutsch Welle

MAKNA CERDAS DALAM PERJUANGAN


Cerdas : "Bukanlah ukuran tentang kepintaran seseorang dalam suatu akademik, bukan kepiawaian seseorang memipin sebuah organisasi, OSIS, BEM dan semacamnya,tapi cerdas adalah ukuran kemampuan seseorang dalam merubah dirinya, membuat dirinya lebih baik lagi."
(Mario Teguh)


"Wahai diri…Mari berhati-hati pada tiap buaian perasaan bersiteguh pada lemahnya akal. Mendahulukan ilmu sejak dari apa yang terlintas dibenak Membiasakan menghisab diri Siapa tahu esok akhir umur kita. Mari kita berlaku sebagai seorang hamba beriman, dalam senang dan susah… Perjuangan terus-menerus tiada habis. Mempertaruhkan segenap apa yang telah diamanahkan… Menjemput kebahagiaan disetiap saat… .
kuceritakan sebuah nama yang dimasa kini sering disebut….
Pangggil saja “kita!”… Masa depan mulai ada Tak dihiraukan…
Menjadi angin! Tak disebut… Menyalakan api! Tak terdengar… Terus berteriak! Tak terlihat… Tlah menjadi bumi!
Almameter seluruh alam.. Aku rumputan Tumbuh dimana saja, tumbuh dengan sendirinya
(Fauzi Al -Anshory)

Sabtu, Mei 16, 2009

CIRI MANUSIA KREATIF

Manusia biasa biasanya memiliki kecendrungan ke arah tertentu sementara sebuah pribadi kreatif terdiri dari sifat-sifat berlawanan yang terus menerus bertarung. Tetapi disisi lain juga hidup berdampingan dalam satu tubuh. Lalu apa saja sifat kontradiktif yang dimaksud?Selama 30 Tahun, seorang pakar kreativitas yang bernama Mihaly Csikszentmihalyi meneliti kehidupan orang orang yang kreatif. Menurutnya, banyak kesalah pahaman terjadi di masyarakat dalam memandang orang orang yang kreatif ini disebabkan karena kepribadian yang lebih kompleks dari orang orang kreatif dibandingkan orang lain. Sifat kontradiktif yang terjadi adalah
Memiliki Tingkat Energi Tinggi tetapi butuh Waktu lama untuk BeristirahatBanyak orang kreatif yang tahan berkonsentrasi berjam-jam tanpa merasa lelah, jenuh, lapar, haus atau juga gatal badan karena tidak mandi. Tapi begitu selesai, mereka butuh waktu berhari hari untuk me-reload energi.Dalam hal ini, mereka akan terlihat seperti orang termalas se-dunia.
Cerdas, Tetapi kadang Berfikir seperti orang BodohTidak dipungkiri kalau orang-orang kreatif memiliki kecerdasan yang layak diacungi jempol, di sisi lain mereka berani berpikir seperti orang bodoh dalam memandang persoalan. daripada stagnant dengan satu penyelesaian yang secara umum dianggap benar, mereka berpikir divergen dalam mencari pemecahan yang artinya mencari sebanyak mungkin dan seberagam mungkin ide yang terpikir, tak peduli betapa bodoh kedengarannya.
Playfull, Tetapi disiplin dan TekunTidak seperti dewasa lainnya yang melihat dunia dengan kacamata super-serius, orang-orang kreatif justru sebaliknya. Mereka memandang bidang mereka layaknya taman ria. Mereka selalu antusias dalam mereka melakukan pekerjaan hingga terkesan seperti sedang bermain-main, padahal sebenarnya mereka juga bekerja keras mewujudkan ‘mainannya’.
selalu penuh imajinasi dan fantasi, tapi mereka juga tak lupa untuk tetap kembali ke realitasMereka mampu menelurkan ide-ide gila yang belum pernah tercetus oleh milyaran manusia lain, tapi yang membuat mereka bukan sekedar pemimpi di siang bolong adalah usaha mereka untuk menjembatani dunia khayalan mereka dengan kenyataan sehingga orang lain bisa ikut mengerti dan menikmatinya.
cenderung bersifat introvert juga ekstrovertPada kebanyakan orang lain, biasanya ada satu sifat yang cenderung lebih mendominasi perilakunya sehari-hari, tapi kedua sifat itu tampaknya muncul dalam porsi yang setara pada orang-orang kreatif. Mereka sangat menikmati baik pergaulan dengan orang lain (terutama dengan orang-orang kreatif lain yang sehobi) maupun kesendirian total ketika mengerjakan sesuatu.
rendah hati, namun juga bangga akan pencapaiannyaMereka sadar bahwa ide-ide mereka tidak muncul begitu saja, melainkan hasil olahan inspirasi dan pengetahuan yang diperoleh dari lingkungan dan tokoh-tokoh kreatif yang menjadi panutan mereka. Mereka juga terfokus pada rencana masa depan atau pekerjaan saat ini sehingga prestasi di masa lalu tidak sebegitu berartinya bagi mereka.
Orang-orang kreatif adalah androgini; Mereka mendobrak batas-batas yang kaku dari stereotipe gender merekaLaki-laki yang kreatif biasanya lebih sensitif dan kurang agresif dibanding laki-laki lain yang tidak begitu kreatif, sementara perempuan yang kreatif juga lebih dominan dan ‘keras’ dibanding perempuan pada umumnya.
Orang-orang kreatif adalah pemberontak, tapi pada saat yang sama mereka tetap menghargai tradisi lamaTentu sulit menyematkan nilai kreativitas pada sebuah teori atau karya yang tidak mengandung sesuatu yang baru, tapi orang-orang kreatif tidak ingin membuat sesuatu yang sekedar berbeda dari yang sudah ada; Ada unsur ‘perbaikan’ atau ‘peningkatan’ yang harus dipenuhi, dan itu hanya bisa dilakukan setelah orang-orang kreatif cukup memahami aturan-aturan dasarnya untuk bisa menerabasnya.
Bersemangat mendalami pekerjaannya, tapi mereka juga bisa sangat obyektif menilai hasilnyaTanpa hasrat yang menggebu-gebu, mereka mungkin sudah menyerah sebelum sempat mewujudkan ide kreatif mereka yang sulit dinyatakan, tapi mereka juga tidak dapat menghasilkan sesuatu yang benar-benar hebat tanpa kemampuan untuk mengkritik diri dan karya sendiri habis-habisan.Orang-orang kreatif pada umumnya lebih terbuka terhadap hal-hal baru dan sensitif pada lingkungan.
Sifat ini menyenangkan mereka (karena mendukung proses kreatif), tapi juga membuat mereka sering gelisah -bahkan menderitaSesuatu yang tidak beres di sekitar mereka, kritik dan cemooh terhadap hasil karya, atau pencapaian yang tidak dihargai sebagaimana mestinya, hal-hal ini mengganggu orang kreatif lebih dari orang biasa.Apakah anda termasuk orang yang kreatif?
Thanks to: DjarwoDedicate: Semua blogger, dimana blogger termasuk dalam rangkaian manusia manusia kreatif.